ILMU BUDAYA DASAR
INDUSTRI PARIWISATA BERBASIS
BUDAYA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MODERN
Disusun oleh :
SYAFIRA FEBRIANTY
Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Daya tarik lokalitas kini menjadi penting, ditengah kebosanan
terhadap budaya massa yang dibawa oleh kapitalisme global. Menurut Anthoy
Gidden (2001) globalisasi menjadi alasan bagi kebangkitan kembali identitas
budaya lokal di berbagai belahan dunia. Semakin homogen gaya hidup masyarakat
akibat globalisasi, semakin kokoh ketergantungan masyarakat kepada nilai-ilai
yang lebih dalam seperti agama, seni dan satra. Demikian juga dari perspektif
lokal, dunia semakin tumbuh homogen maka kita semakin menghargai tradisi yang
bersemi dari dalam. Nilai lokal disamping mampu menginspirasi tumbuhnya
kearifan lokal (local indigeneus), di
satu sisi tumbuh menjadi nilai-nilai kehidupan yang memberi makna pada
kehidupan dan interaksi sesama mereka. Nilai stategis budaya lokal telah
mengispirasi berbagai daerah untuk mengembangkan potensi lokalitas dalam
pengembangan pariwisata. Dengan berbagai pertimbangan tersebut diatas, maka
pengembangan pariwisata tidak boleh meminggirkan budaya dan spirit lokal. Oleh
karena itu perlu digagas pengembangan pariwisata yang sejalan dengan
pengembangan budaya dan semangat manusia beserta cipta, rasa dan karsanya.
Gagasan tersebut dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pembangunan daya tarik
wisata didasarkan pada pembangunan masyarakat dan budayanya.
Pariwisata kini telah diakui
oleh berbagai organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, dan World Tourism Organization (WTO) sebagai
kebutuhan dasar dari manusia, John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox menulis, “Travel
was considered a pivilege of the moneyed elite, now it is considered a basic
human right.” Dulu, hanya
orang-orang kaya saja yang melakukan perjalanan wisata. Namun kini, pariwisata
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Data angka perkembangan
pariwisata bahkan menunjukkan bahwa industri ini layak dikategorikan dalam
kelompok industri terbesar dunia (the
world’s largest industry). WTO memperkirakan, pada tahun 2020 akan ada
1.602 miliar orang melakukan perjalanan wisata dan akan mampu menciptakan
pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun.
Kabar yang lebih
menggembirakan, sebagian besar perjalanan wisata itu diperkirakan akan terjadi
di Asia Timur dan Pasifik. Para pelaku pariwisata Indonesia sudah seharusnya
menyiapkan diri untukmenciptakan daya saing guna menjaring peluang yang akan
menghampiri. Indonesia memiliki sumber daya pariwisata yang tak kalah
menariknya bila dibandingkan dengan negara lain di Asia. Dibutuhkan upaya yang
lebih terarah dalam menyiapkan pemasaran pariwisata.
1.2.
Rumusan Masalah
1.2.1.
Apa itu budaya?
1.2.2.
Mengapa kita harus melestarikan budaya?
1.2.3.
Bagaimana cara agar kita bisa melestarikan
budaya agar tidak punah karena terkena efek globalisasi?
1.3.
Tujuan
Untuk
melestarikan budaya agar tidak punah dengan menggunakan teknologi industri saat
ini.
1.4.
Manfaat
- Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa
dan negara
- Menjaga identitas dan integritas bangsa/
negara
- Melestarikan budaya
- Membuka lapangan kerja baru
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Budaya
Seacara umum budaya adalah suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan
bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Menurut kamus besar bahasa
Indonesia budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat.
Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang
cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.
Menurut
Koentjaraningrat budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta
karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan
miliknya dengan belajar.
Menurut E.B. Taylor budaya adalah : Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut E.B. Taylor budaya adalah : Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut
Linton budaya
adalah : Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan
kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat
tertentu.
Menurut Kluckhohn dan Kelly budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.
Menurut Kluckhohn dan Kelly budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.
2.2. Pentingnya Melestarikan Budaya
Di
era globalisasi ini budaya budaya barat sangat mudah masuk ke Indonesia. Budaya
ini tumbuh dan berkembang dengan pesat di Imdonesia. Kita, selaku generasi
muda, lebih menyukai akan budaya ini ketimbang budaya asli kita. Kita merasa
lebih PD dan merasa lebih gaul jika meniru budaya barat. Kasus lain adalah
masalah tentang pengakuan budaya kita oleh Malaysia. Tentu kita geram akan
Negara tetangga yang dengan seenaknya mengklaim budaya budaya kita seperti reog
ponorogo, tari pendet, batik, lagu sayange dll. Ini merupakan tamparan keras
bagi kita semua, rakyat Indonesia khususnya para generasi muda. Kita tidak bisa
serta merta menyalahkan Malaysia yang telah mengklaim budaya kita. Kita sebagai
rakyat Indonesia juga harus sadar akan kesalahan kita.
Kita
harus melestarikan budaya kita karena dengan mempertahankan kebudayaan, maka bangsa ini dapat
mewujudkan cita – cita bangsa yang luhur. Kebudayaan bangsa Indonesia terkenal
dengan keanekaragamannya, dengan melestarikan kebudayaan lokal berarti peran
serta masyarakat dan generasi muda bangsa ini sudah mampu mewujudkan cita –
cita bangsa yang luhur dan tetap menjaga keutuhan warisan dari nenek moyang.
2.3. Cara menjaga kelestarian kebudayaan
Indonesia
1. Culture Experience
Culture experience adalah
pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung. seperti contoh
masyarakat dianjurkan mempelajari tarian daerah dengan baik. agar dalam setiap
tahunnya tarian ini dapat di tampilkan dan diperkenalkan pada khalayak dengan
demikian selain dapat melestarikan budaya kita juga dapat meemperkenalkan
kebudayaan kita pada orang banyak.
2. Culture Knowledge
Culture knowladge merupakan pelestarian budaya dengan cara membuat pusat informasi kebudayaan. sehingga mempermudah seseorang untuk mencari tahu tentang kebudayaan. Selain itu cara ini dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar dan dapat pula menjadi sarana wisata bagi para wisatawan yang ingin mencari tahu serta ingin berkunjung ke Indonesia dengan mendapatkan informasi dari pusat informasi kebudayaan tersebut.
Selain 2 hal tersebut kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara sederhana berikut:
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal.
b. Lebih mendorong kita
untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan
pelestariannya.
c. Berusaha menghidupkan
kemballi semangat toleransi kekeluargaan, keramah-tamahan dan solidaritas yang
tinggi.
d. Selalu mempertahankan
budaya indonesia agar tidak punah.
e. Mengusahakan agar semua
orang mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal. oleh sebab itu kita sebagai
warga indonesia sudah seharusnya berbangga dengan jutaan keindahan alam serta
keanekaragaman budaya yang kita miliki. dan sudah sepatutnya kita melestarikan
kebudayaan ini agar terus berkembang dan dapat di perkenalkan kepada seluruh
dunia agar tidak ada peng-klaiman dari negara asing yang mengakui kebudayaan
indonesia sebagai kebudayaannya.
2.4. Melestarikan kebudayaan dengan cara culture knowledge
Seperti yang sudah dijelaskan diatas culture knowledge merupakan pelestarian budaya dengan cara membuat pusat informasi kebudayaan. Cara ini bisa juga menjadi sarana wisata. Kita bisa membuat wisata yang berbasis budaya dengan menggunakan teknologi.
Pada saat ini industri pariwisata sangat menguntungkan, kita bisa menggunakan industri pariwisata yang berbasis budaya untuk melestarikan budaya Indonesia dengan menggunakan teknologi modern. Dengan digunakannya teknologi modern saat ini kita bisa menarik minat generasi muda jaman sekarang dan juga generasi yang akan datang.
Penerapan kegiatan pariwisata berbasis budaya di Indonesia telah ditunjukkan oleh beberapa provinsi. Selain provinsi Bali, provinsi lain yang fokus dalam pelaksanaan sektor ini adalah Daerah Istimewa Jogjakarta khususnya kota Jogjakarta. Sejak tahun 2008, daerah ini telah mencanangkan diri sebagai kota pariwisata berbasis budaya. Di Jogjakarta, pengembangan pariwisata disesuaikan dengan potensi yang ada dan berpusat pada budaya Jawa yang selaras dengan sejarah dan budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Banyak rencana aksi telah dicanangkan untuk mendukung pelaksanaan program ini. Mulai dari pengembangan dan peningkatan kuantitas serta kualitas fasilitas, memperbanyak event-event wisata, seni ,dan budaya, sampai ke optimalisasi pemasaran program. Hasilnya pun mulai terlihat, salah satunya adalah keberadaan Taman PIntar Yogyakarta yang tidak hanya memiliki arena permainan, tetapi juga mengajak pengunjung untuk mengenal sejarah dan budaya Jogjakarta.
Beberapa tahun ini Taman
Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun
luar kota.
Taman ini, khususnya pada
wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital
serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka
terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan
yang edukatif.
Zona-zona
yang ada di taman pintar :
Sebagai ruang publik dan penyambutan
bagi pengunjung Taman Pintar. Menyediakan berbagai peralatan peraga yang
menyenangkan bagi anak dan keluarga. Dapat diakses secara cuma-cuma/gratis
·
Gedung PAUD
Barat dan Gedung
PAUD Timur
Menampilkan peralatan peraga dan
permainan edukasi bagi anak-anak, khususnya anak usia Pra-TK sampai dengan TK.
·
Gedung Oval
- Kotak
Menampilkan berbagai peralatan peraga
berbasis edukasi sains yang dikemas menyenangkan dan dapat diperagakan. Dapat
diakses oleh semua lapisan pengunjung.
·
Gedung
Memorabilia
Menampilkan peralatan peraga tentang
pengetahuan sejarah Indonesia, seperti sejarah Kasultanan dan Paku Alaman
Yogyakarta, Tokoh-tokoh Pendidikan, dan Tokoh-tokoh Presiden RI hingga saat ini
·
Planetarium
Menampilkan peralatan peraga
berbentuk pertunjukan film pengetahuan tentang antariksa dan tata surya.
·
ZONA INDONESIAKU
1. CANDI BOROBUDUR
Salah
satu warisan leluhur yang sangat menakjubkan adalah Candi Borobudur. Taman
Pintar menampilkan replika Candi Borobudur sebagai pembelajaran penting bagi
pengunjung terutama generasi muda. Pembelajaran yang ditampilkan melalui peraga
ini adalah sejarah Borobudur, struktur candi dan bagaimana candi tersebut
dibangun serta filosofi yang terkandung dalam setiap bentuk stuktur dan reliefnya.
2. WAYANG
Berdampingan dengan peraga gamelan ditampilkan peraga pembelajaran tentang wayang. Pengunjung dapat belajar bagaimana tahapan proses dalam pembuatan wayang serta bahan dan perkakas yang digunakan. Selain itu pengunjung juga dapat memainkan sebuah game yang menarik melalui sebuah ICT yang menampilkan lakon utama para tokoh-tokoh di dunia pewayangan.
3. KERIS
Pada zona keris ditampilkan nama bagian-bagian dari keris dan perkakas untuk membuatnya serta dijelaskan berbagai pengetahuan tentang ragam bentuk keris lurus dan luk. Beberapa nama keris antara lain nyigar jantung, medhang sudak, luk sarpa lumaku dan lain sebagainya.
Keris,
selain memiliki keunikan dari bentuknya, bagi orang Jawa keris mempunyai fungsi
tertentu. Hal itu dijelaskan secara luas di Taman Pintar. Keunikan keris
tersebut sebagai hasil karya warisan manusia turun-temurun telah diakui oleh
UNESCO PBB melalui sebuah sertifikat pengakuan bahwa keris Indonesia adalah “a
masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity”.
4. BATIK
Batik merupakan warisan leluhur yang telah diakui dunia sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Seni batik telah ada sebelum berdirinya kerajaan Mataram yang kemudian masuk ke lingkungan Karaton, tumbuh dan berkembang di sana. Seiring waktu, batik tidak lagi hanya digunakan oleh keluarga dan penghuni kerajaan, namun menjadi milik publik dan dipergunakan oleh segala kalangan. Pada zona batik pengujung dapat mengenal kekayaan jenis batik serta tahapan dalam proses pembuatannya.
5. GAMELAN
Merupakan salah satu zona budaya yang menyediakan alat musik tradisional yang interaktif. Di zona gamelan ini terdapat bebrapa alat alat musik tradisional seperti saron, gendang, gamelan, gong, dll. Zona ini dilengkapi dengan multimedia musik tradisional yang diperagakan secara aslinya.sehingga memudahkan pengunjung untuk memainkan alat musik.
Adapula contoh museum yang bisa menginspirasi kita untuk melestarikan
kebudayaan di Indonesia, yaitu Indonesian Islamic Art Museum. Indonesian
Islamic Art Museum merupakan satu-satunya museum di Indonesia yang sudah
berbasis Teknologi bernama Augmented Reality. Augmented Reality atau yang
biasanya dikenal dengan singkatan AR merupakan teknologi yang menggabungkan
benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan
nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu
nyata (realtime).
Dengan teknologi Augmented Reality tersebut, gambar-gambar dua dimensi
yang tertempel di dinding-dinding museum bisa dilihat secara tiga dimensi oleh
para pengunjung. Caranya adalah dengan mendownload dan menginstall aplikasi AR
Indonesian Islamic Art yang ada di Playstore, lalu kita bisa menscan gambar-gambar
yang ada di museum dan kita akan menemukan sejarah Islam dunia yang
menakjubkan.
Menariknya lagi, pengunjung bisa mengabadikan momen mereka dengan gambar
tiga dimensi terebut. Jadi seakan-akan pengunjung bisa memegang masjid, bola
dunia, buku, kesatria perang, buku dan masih banyak lainnya.
Kita bisa menggunakan teknologi Augmented Reality untuk membuat museum
seperti yang ada pada Indonesian islamic Art Museum untuk melestarikan
kebudayaan yang ada di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kebudayaan di indonesia saat ini mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Mereka lebih tertarik dan mengikuti budaya orang barat yang menurut mereka lebih keren. Maka dari itu agar budaya Indonesia tetap lestari dan tidak di akui oleh negara lain kita sebagai warga negara Indonesia harus melstarikan kebudayaan Indonesia.
Pada zaman era teknologi seperti sekarng ini kita bisa menggunakan teknologi untuk melestarikan kebudayaan di Indonesia. Kita bisa menggunakan teknologi-teknologi modern untuk menarik perhatian generasi sekarang untuk melestarikan kebudayaan.
Banyak keuntungan yang kita dapat dengan kita membuat tempat wisata yang berbasis budaya dengan menggunakan teknologi. Kita dapat membuka lapangan pekerjaan baru, kita dapat melestarikan kebudayaan untuk generasi-generasi yang akan datang, kita dapat mengenalkan teknologi-teknologi yang ada pada generasi-generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
3.2 Saran
3.2.1. Kita harus bangga dengan kebudayaan yang kita punya.
3.2.2.
Kita harus melestarikan kebudayaan kita agar tidak diakui oleh negara lain.
3.2.3.
Sebagai generasi penerus bangsa kita harus memadukan teknologi dengan
kebudayaan agar kebudayaan kita tetap lestari sampai anak cucu kita nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Wirawan,
Saktria. 2013. Pengembangan Sekotor Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi.
Diambil dari : http://wwwperadabanpecinta.blogspot.co.id/2013/02/pariwisata-berbasis-teknologi-informasi.html (1 November 2017)
Hasan,
Ali. 2015. Tourism Marketing. Yogyakarta:CAPS
(Center for Academic Publishing Service)
Sutarso,
Joko. 2017. Menggagas Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Diambil dari : http://komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/35.joko%20sutarso-ums.pdf
(1 November 2017)
Rosadi,
Asep. Pengembangan Pariwisata Berbasis
Budaya. Diambil dari : https://id.scribd.com/document/255160307/PARIWISATA-BERBASIS-BUDAYA (7 november 2017)
Tumanggor,
Rusmin, Kholis Ridho dan Nurochim. 2014. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta
: Kencana
LAMPIRAN