Jumat, 09 November 2018

Contoh Percakapan Memesan Makanan di Restoran dalam Bahasa Jepang

                                                      
てん’いん: いらっしゃいませ
                                Irasshaimase
ジュリア : すみません メニュー おねがいします
                                Sumimasen, menyuu onegaishimasu
てん’いん: はい
                                hai
ファリド : ロトク カラメロ と ミルク シェエク は ありますか?
                                Rotobaku karamero to miruku sheeku wa arimasuka?
てん’いん: すみません ミルク 
                                Sumimasen, miruku sheeku wa arimasen
ファリド : ああ! そうですか チャプチン は ありますか?
                                Aa! Soudesuka chapuchin wa arimasuka?
てん’いん: はい あります
                                Hai, arimasu
ファリド : じゃ ロトバク カラメロ と カhプチン ください
Jya, rotobaku karamero to chapuchin kudasai
てん’いん: はい かしこうまりました
Hai kashikoumarimashita
ジュリア : アヤム ペニェト は ありますか?
Ayamu penyeto wa arimasuka?
てん’いん: すみません!ありません!
Sumimasen! Arimasen!
ジュリア : ああ! そうですか チキン ホート クリスピ は ありますか?
Aa! Soudesuka chikkin hoot kurisupi wa arimasuka?
てん’いん: はい あります
Hai, arimasu
ジュリア : じゃ チキン ホーt クリスピ と アイス チ を ふたつ ください
Jya, chikin hooto kurisupi to aisu ti wo futatsu kudasai
てん’いん: はい かしこうまりました
Hai, kashikoumarimashita
サフィラ : レレ ゴレン は ありますか?
Rere goren wa arimasuka
てん’いん: はい あります
Hai arimasu
サフィラ : じゃ ロル フレンチュ フライス テリヤキ と センドール と ミズ
 ください
Jya, roru furenchu furaisu teriyaki to cendooru to mizu kudasai
てん’いん: はい かしこうまりました しょうしょうおまち ください
Hai, kashikoumarimashita, shoushouomachi kudasai
ーーーーーーーーーーーーーーーーーーxxx------------------
てん’いん: てん’いん: かれ を どうぞ
kare wo douzo
ジュ、ファ、サ: あろがとう ございます ちゃぷちん は あまい です
arigatou gozaimasu chapuchin wa amai desu
ファリド : ああ この ロトバク カラメロ と チャプチン は たても あまい
です
aa kono rotobaku karamero to chapuchin wa totemo amai desu
サフィラ : あーさん チキン ホート クリスピ は どうですか?
Farid-san chikin hoto kurisupi wa doudesuka?
ジュリア :  とても からい です ロル フレンチュ フライス テリヤキ は あ
いしい ですか?
Totemo karai desu roru furenchu furaisu teriyaki wa oishii desuka?
サフィラ : はい とても おいしい です
Hai, totemo oishii desu


1.ファリヅ ヌル シヂク
2.ジュリア ジャスミン りふか ハヤチ
3.スルタン りざるぢ
4.サフィラ フェブリアンチ 
                                                      
てん’いん: いらっしゃいませ
ジュリア : すみません メニュー おねがいします
てん’いん: はい
ファリド : ロトク カラメロ と ミルク シェエク は ありますか?
てん’いん: すみません ミルク 
ファリド : ああ! そうですか チャプチン は ありますか?
てん’いん: はい あります
ファリド : じゃ ロトバク カラメロ と カhプチン ください
てん’いん: はい かしこうまりました
ジュリア : アヤム ペニェト は ありますか?
てん’いん: すみません!ありません!
ジュリア : ああ! そうですか チキン ホート クリスピ は ありますか?
てん’いん: はい あります
ジュリア : じゃ チキン ホーt クリスピ と アイス チ を ふたつ ください
てん’いん: はい かしこうまりました
サフィラ : レレ ゴレン は ありますか?
てん’いん: はい あります
サフィラ : じゃ ロル フレンチュ フライス テリヤキ と センドール と ミズ
 ください
てん’いん: はい かしこうまりました しょうしょうおまち ください
ーーーーーーーーーーーーーーーーーーxxx------------------
てん’いん: てん’いん: かれ を どうぞ
ジュ、ファ、サ: あろがとう ございます ちゃぷちん は あまい です
ファリド : ああ この ロトバク カラメロ と チャプチン は たても あまい
です
サフィラ : あーさん チキン ホート クリスピ は どうですか?
ジュリア :  とても からい です ロル フレンチュ フライス テリヤキ は あ
いしい ですか?
サフィラ : はい とても おいしい です









1.    Kinerja dan Energi
Dalam fisika, usaha merupakan proses perubahan Energi dan usaha ini selalu dihubungkan dengan gaya (F) yang menyebabkan perpindahan (s) suatu benda. Dengan kata lain, bila ada gaya yang menyebabkan perpindahan suatu benda, maka dikatakan gaya tersebut melakukan usaha terhadap benda tersebut.
Text Box: W = Fs.s
W : Besar Usaha (kg . m2/s2, joule atau newton . meter)
Fs : Besar komponen gaya pada arah perpindahan (newton)
s : Besar perpindahan (m)
Description: 2
Gambar : Sebuah benda yang bermassa m ditarik dengan gaya F membentuk sudut a dengan horisontal.
Jika gaya yang melakukan usaha membentuk sudut a dengan perpindahan, maka gaya tersebut dapat diuraikan ke dalam dua komponen, yaitu
1.    Komponen gaya yang tegak lurus perpindahan (Fy = F sin a)
2.    Komponen gaya yang searah dengan perpindahan (Fx = F cos a)
Sesuai dengan rumus Fs merupakan komponen gaya pada arah perpindahan, maka pada rumus Fs digantikan dengan F cos a dan dapat dituliskan sebagai:
Description: 32

2.    Satuan dan Dimensi Usaha
Untuk mencari satuan dan dimensi usaha, dapat diturunkan dari rumus (8.1). Jika digunakan Satuan Sistem Internasional maka, gaya F dalam newton (kg m/s2) dan perpindahan s dinyatakan dalam meter (m).
satuan usaha = satuan gaya x satuan perpindahan
satuan usaha = kg m/s2 x m = kg m2/s2 = joule
Untuk mencari dimensinya:
dimensi usaha = dimensi gaya x dimensi perpindahan
Description: 122
3.    Energi
Menurut fisika, Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha.

a.    Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki akibat kedudukan benda tersebut terhadap bidang acuannya. Sedangkan yang dimaksud dengan bidang acuan adalah bidang yang diambil sebagai acuan tempat benda mempunyai energi potensial sama dengan nol. Sebagai contoh dari energi potensial, adalah energi pegas yang diregangkan, energi karet ketapel, energi air terjun.
Energi Potensial gravitasi suatu benda yang bermassa m dan berada di dalam medan gravitasi benda lain yang bermassa M (dalam kasus ini diambil bumi yang bermassa M).
Description: 22
Dengan titik acuan di tak hingga
G = tetapan gravitasi umum = 6,67 x 10-11 N m2/kg2
M = massa bumi
m = massa benda
r   = jarak benda dari pusat bumi
Apabila permukaan bumi sebagai bidang potensial nol dan ketinggian tidak melebihi1000 km (percepatan gravitasi tidak terlalu berbeda, dianggap konstan), perumusan energi potensial, secara matematis dapat ditulis



Text Box: Ep = m g h
 
Ep = energi potensial (joule)
m  = massa benda (kg)
g   = percepatan gravitasi (m/s2)
h   = ketinggian dari muka bumi (m)
a.    Energi Kinetik
Sebuah benda yang bermassa m dan bergerak dengan laju v, mempunyai energi kinetik sebesar Ek dengan kata lain , energi kinetik suatu ybenda adalah energi yang dipunyai benda yang bergerak. Berarti setiap benda yang bergerak, mempunyai energi kinetik Ek, secara matematis, energi kinetik dapat ditulis sebagai:
 Rumus : Description: 6565
m         = massa benda (kg)
v          = laju benda (m/s)
Ek        = energi kinetik (joule)



MEKANIKA BENDA TEGAR
Benda tegar adalah sistem benda yang terdiri dari sistem-sistem benda titik yang tak hingga banyaknya dan jika ada benda yang bekerja padanya jarak antara titik anggota sistem selalu tetap. Jadi perbedaan antara benda titik dan benda tegar adalah adanya perubahan jarak pada sistem benda titik yang mengalami gaya.
Gerak sistem benda titik terdiri atas dua macam :
- Gerak pusat massa
- Gerak relatif

Gerak relatif yang sederhana adalah memilih pusat massa sebagai pusat sistem koordinat, sedangkan gerak relatif yang mungkin terjadi adalah gerak benda tegar dalam sistem koordinat pusat massa adalah roatsi terhadap pusat massa dalam keadaan diam
Gerak benda tegar tirdiri dari :
- Gerak pusat massa yaitu bila lintasan semua titik tersebut sejajar disebut translasi
- Gerak rotasi terhadap pusat massa yaitu bila lintasan semua titik dari benda tersebut berbentuk lingkaran yang pusatnya pada sumbu putar yang melalui pusat massa.

9.1. Kinematika Rotasi
sebuah benda berotasi terhadap sumbu putar berarti setiap titik pada sumbu tersebut akan melakukan gerak melingkar dengan pusat lingkaran berada pada sumbu putar.
Disini terdapat analog antara besaran besaran rotasi dengan translasi yaitu :
a. besaran sudut putar θ, analog dengan pergeseran x
b. kecepatan angular ω, analog dengan kecepatan linier v
c. percepatan angular α, analog dengan percepatan a

 Hubungan antara besaran-besaran translasi dan rotasi adalah :
s = θ . r
vT = ω . r
aT = α . r
dimana :
r adalah jarak titik kesumbu putar
T adalah simbol untuk arah tangensial
FISIKA
Besaran-besaran kinematika rotasi
θ = ω .t
θ = θ0 0.t + ½.α.t2

Macam-macam gerak rotasi :
- gerak melingkar beraturan : ω konstan atau α = 0
- gerak melingkar berubah beraturan : α ≠ 0, α > 0, dipercepat, kalau : α<0 berati diperlambat

Hubungan torsi dan kecepatan sudut
Text Box: mText Box: FText Box: r





Perhatikan gambar diatas, sebuah partikel dengan massa m, yang sedang beroatsi dengam jarak r dari poros. Sebuah gaya F yang tegak lurus pada lintasan partikel memberikan percepatan tangen sial aT sesuai persamaan :
F = m. aT
karena : aT = α . r
maka : F = m. α . r
Dengan mengalikan kedua rua dengan r didapat :
rF = m. r2. α
dimana :
rF adalah torsi gaya τ yang dihasilkan gaya F terhadap poros partikel
m. r2 sebagai momen inersia I partikel sehingga :
τ = I, α
Contoh :
Sebuah batu gerinda 2 kg memiliki jari-jari 10 cm diputar pada 120 rad/s.
Motor dipadamkan dan sebuah pahat ditekan ke batu dengan gaya tangen sial 2 N. Berapa lama waktu diperlukan untuk berhenti sejak gaya diberikan :
Penyelesaian :
Diketahui :
m = 2 kg
r = 10 cm = 0,1 m
F = 2 N
 ω0 = 120 rad/s
Ditanya : t ?
Jawab :
Pada saat gaya mesin dipadamkan bekerja gaya tangen sial F = 2 N, tang mengasilkan torsi τ, yang memberikan perlambatan sudut α, sehingga memberhentikan gerinda
Momen inersia silinder karena berbentuk pejal :
I = 1/2m.r2
= 1/2(2)(0,1)2
= 0,01 kg.m2
Torsi yang dihasilkan :
τ = - rF
= -( 0,1)(2)
= -0,20 m.N
Torsi akan menghasilak percepatan sudut :
τ = I.α
α = Iτ
= 01,02,0−
= -20 rad/s
diperlambat oleh percepatan sudut : -20 rad/s
Pergunakan persamaan gerak rotasi :
ωt = ω0 + α.t
t =αωω0−t
= 20)120(0−−
=6s
jadi butuh waktu 6 s sampai bantu berhenti
Perhatikan gambar diatas:
             Jika batang diputar dan titik O ditetapkan sebagai titik poros, dan ujung lain dihubungkan dengan sebuah partikel dengan massa m, maka partikel m akan berotasi dengan kecepatan linier v .
Energi kinetik partikel adalah :
Ek = 2.21mv
Karena : v = r. ω
Maka :
Ek = 2.21mv
= 21m . (r ω)2
= 21(m.r2) ω2

                     Karena kecepatan linier analog dengan kecepatan sudut, maka formula : m.r2, analog dengan m yang dinamankan momen inersia. Jadi momen inersia adalah hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros.
I = m.r2
                    Kareana momen inersia pada gerak rotasi analog dengan massa pada gerak translasi, maka fungsi massa sama dengan fungsi momen inersia. Jika massa pada gerak translasi menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahahankan kecepatan liniernya, maka momen inersia benda pada gerak rotasi adalah kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan sudut rotasinya.
Sebuah benda tegar disusun oleh banyak partikel terpisah yang massanya masing-masing : m1,m2,m3,….,mn . Jika porosnya masing-masing adalah : r12 , r22 , r32 ,... rn2 Maka momen inersianya adalah :
I = Σ m1r12+ m2r22 + m3r32+….+mnrn2
I = Σ miri2

Contoh :
1. Seorang mahasiswa teknik mesin mendesaian suatu bagian mesin yang terdiri dari tiga bagian penyambungan yang dihubungkan oleh tiga topangan. Ketiga penyambung dapat dianggap partikel yang dihubngkan oleh batang-batang ringan (lihat gambar). Hitunglah :
a. Berapa momen inersia bagian mesin terhadap poros melalui A
b. Berapa momen inersia terhadap oros yang bertepatan dengan batang BC?

Jawab :



a. Partikel A terletak pada poros sehingga jarak partikel ini terhadap poros A adalah nol (rA = 0) AC2 = AB2 – BC2
= (0,50)2 – (0,3)2
= 0,4 m
jadi didapat :
rB = 0,5 m
rC = 0,4 m
sehingga :

I = Σ miri2
=mA2+ mArB2Br + mC2Cr
=(0,3)(0)2 + (0,1)(0,5)2 +(0,2)(0,4)2
= 0,057 kg.m2
b. Tehadap poros BC, partikel B dan C terletak pada poros BC sehingga momen inersianya sama dengan nol. Jadi hanya partkel A yang mengasilkan momen dengan rA = AC = 0,4 m
I = Σ miri2
= mA2Ar
= (0,3)(0,4)2
= 0.048 kg.m2

2. Tentukanlah momen inersia dari dua buah bola pejal identuk masing-masing dengan massa 5 kg, yang dihubungkan dengan tongkat tak bermassa yang panjangnya 1 m
Penyelaesaian :
Deketahui :
m1 = 5 kg
m2 = 5 kg
r1 = 0,5 m
r2 = 0,5 m
Ditanya : I ?
Jawab :
I = Σ miri2
= m1r12 + m2r22
= (5)(0,5)2 + (5)(0,5)2
= 2,5 kg.m2                                                       
Jari-jari girasi
Jari-jari girasi adalah jarak radial dari sumbu putar kesuatu titik tempat massa benda dikonsentrasikan. Jika momen inersianya adalah :
I = m.K2
Maka :
K = mI
Dimana : K = jari-jari girasi
m = massa benda
I = momen Inersia





Perhitungan momen inersia untuk benda tegar yang kontiniu dan teratur
              Jika suatu benda tegar tidak dapat ditampilkan dalam kumpulan partikel – partikel, melainkan merupakan ditribusi massa yang kontiniu, maka penjumlah dengan tanda sigma Σ, harus diganti dengan tanda integral ∫. Kita membagi benda dengan elemen massa kecel dm yang berjarak r dari poros rotasi (lihat gambar). Sehingga momen inersia :
Hukum-hukum gerak benda tegar
Untuk gerak benda tegar kita kenal dua macam hukum kekekalan. Hukum-hukum kekekalan adalah:
1. Hukum kekekalan momentum angular
2. Hukum kekekalan energi mekanik
9.5.1. Momentum angular
Pada gerak translasi momentum linear sebuah benda adalah perkalian massa dan kecepatan linear (translasi) p = mv Pada gerak rotasi dikenal momentum angular dengan notasi L analog dengan p adalah perkalian momen inersia dan kecepatan angular.
L = I . ω
 = r x p (sumbu putar melalui 0).
dalam hal ini I merupakan besaran skalar, karena benda berputar hanya pada satu sumbu.
p = mv
r = vektor posisi dari benda bermassa m

Cara Mengecilkan Perut dan Paha Alami dan Mudah

Cara Mengecilkan Perut dan Paha Alami Sejumlah latihan fisik tertentu dapat dilakukan untuk membantu mengencangkan otot paha. Kencangnya...